Wednesday, September 22, 2010

20 Agustus 2006

20 AGUSTUS 2006

(Lahir Baru)

Roh ku bertahun–tahun gersang

Mencari kudus pada serakan mayat raga

Jiwa ku bertahun-tahun terpenjara

Mendamba keajaiban berlumpur noda

Hati ku bertahun-tahun berlirih dusta

Mengharap puing- puing cinta sejati dari dunia

Akal ku bertahun-tahun bernuansa sesat

Mencoba membalik tabung pasir untuk Eden

Tubuh ku bertahun-tahun bercabik darah

Melompat-lompat menerjang nafsu neraka

20 Agustus 2006,

Bapa meraih tabung pasir mayat celaka itu

Mencelupkan lumpur ku ke dasar air kudusNya

Memulangkan neraka, memapahku

melihat EdenNya.

Membasuh dengan urapan Roh Nya.

Ah,… hening bertutur apa

Habis terbuai mujizat cinta abadiNya.

Kuserahkan saja roh, jiwa, hati, akal, tubuh ini

Ke dalam Singgasana Raja

Yang telah mengalahkan maut dan dunia.

(Jeans Esparanci, 2006)

Puisi yang tak selesai?

Ku mulai khawatir. Khawatir puisi ini tidak akan pernah selesai, karena waktu berhenti lebih cepat daripada yang direncanakan. Semoga tidak ...