Saturday, August 24, 2013

Come and Go

People come and go in our life..


Yeah. Suka atau tidak kita menjalani berbagai musim dalam kehidupan kita, termasuk musim2 dimana kita kehilangan orang yang kita kasihi..

Ada berbagai macam org yang hadir dalam kehidupan kita : sesaat, semusim, dan seumur hidup.
1. Sesaat

Tuhan mengijinkan bbrp org yg dtg hanya sebentar dalam kehidupan kita. Orang itu hadir agar kita bs belajar sesuatu dari dia, untuk menolong kita, atau untuk kita berbagi.. Misalnya dalam suatu acara seminar tertentu, aksi sosial, percakapan saat antri membeli tiket, kenalan saat menunggu antrian bus, dsb
2. Semusim

Seperti musim yang harus berganti seiring berjalannya waktu, ada org2 yg ada dalam jangka waktu tertentu hingga tiba saatnya berganti musim. Itulah saatnya persahabatan teruji oleh waktu dan jarak. Ada masanya berpisah dengan teman2 SMA karena melanjutkan kuliah di kota lain. Ini mengajarkan kita bahwa tidak ada yg abadi di dunia ini.
3. Seumur hidup

Ada orang2 yang disiapkan Tuhan untuk bersama-sama dengan kita hingga akhir hidup kita. Disinilah kita saling bertumbuh bersama, saling mengisi, belajar komitmen dan kesetiaan sejati. Orang tua, suami kita kelak, anak-anak yg dipercayakan Tuhan untuk hidup kita kelak.

Sering kali saya lupa bahwa dia hanyalah org yg hanya hadir semusim saja. Saya menempatkan dia seakan2 dia akan menjadi orang yang akan ada seumur hidup saya. Ketika saya diingatkan hal itu, saya menjadi takut.

Otomatis reaksi saya menjadi protektif karena takut kehilangan, atau memilih utk tidak menjalani sama sekali krn merasa "toh hanya semusim saja."

Saya lupa bahwa Tuhan mengijinkan dia masuk dalam hidup saya untuk alsan tertentu agar saya bs belajar dan berbagi dengan org tersebut. Saya lupa untuk bersukacita dan berbagi moment, hny krn saya terlalu takut kehilangan..

Haha. Konyol memang. Takut kehilangan seakan2 Tuhan yg omni present tidak cukup layak untuk menggantikan posisi mereka yg kita merasa selama ini ada bersama kita.

People come and go in our life. There's nothing come to our life without any reason.    

Puisi yang tak selesai?

Ku mulai khawatir. Khawatir puisi ini tidak akan pernah selesai, karena waktu berhenti lebih cepat daripada yang direncanakan. Semoga tidak ...